![]() |
Dok foto: Para pengasuh yayasan Pondok pesantren Internasional modern Al Illiyin |
MSRI, WRINGINANOM - Bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah menjadi momen yang sangat berarti bagi sejumlah umat Muslim. Hal ini pula yang dilakukan oleh tim investigasi dari Media Suara Rakyat Indonesia (Hendra dan Yudha) ngobrol santai bersama Gus Irul,Kakak kandung dari Abuya Ahmad Yani Illiyin, ketua sekaligus pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Internasional Modern Al Illiyin, Desa Sumber waru, kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.
Dalam obrolan santai dengan Gus Irul, membahas berbagai hal menyangkut pertanyaan awak media terkait perkembangan pondok pesantren dan kegiatan santri selama bulan suci Ramadhan ini.
“Dulu sebelum pondok pesantren seperti sekarang ini,pondok kami ini sering mendapat fitnahan, sebab dulu pondok pesantren hanya menerima santri yang notabene di cap sebagai sampah masyarakat.
Kalau dulu yang datang ke pondok pesantren kami ini rata-rata adalah mantan pecandu narkoba, mantan lady Companion (LC) dan orang-orang yang dianggap sebagai sampah masyarakat." ucap Gus Irul", Rabu (12/03/2025). Sekitar pukul 22.00 WIB.
![]() |
Dok foto: Pondok pesantren Internasional modern Al Illiyin |
“Kita sebagai umat manusia hanya menjalankan apa yang dianjurkan Nabi untuk saling mengasihi antar sesama manusia. Dan dari sifat-sifat Nabi itulah kami para pengasuh pondok pesantren optimis agar mereka ini kembali menjadi masyarakat yang baik dan menjalani kehidupan yang layak.
Dan Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kami terus berbenah dan dengan swadaya mandiri Pondok Pesantren Internasional Modern Al Illiyin bisa berkembang dan mampu bersaing hingga berstatus Internasional. Bahkan memberikan peluang bagi masyarakat yang kurang mampu yang ingin putra putrinya menempuh pendidikan maupun menjadi santri tanpa dipungut biaya alias gratis.
Santri yang mondok disini semuanya disama ratakan, mulai dari uang saku hingga fasilitas kamar tidur maupun fasilitas belajar mengajar.
Banyak santri yang sukses tidak terlepas dari bimbingan pengasuh dan tenaga pendidik. Pasalnya tidak sedikit alumni lulusan Pondok Pesantren Internasional Modern Al Illiyin ini yang sukses menjadi ulama besar dan menjadi pengusaha sukses.
Hal ini membuktikan bahwa di era jaman sekarang Pondok pesantren mampu bersaing dan banyak prestasi membanggakan yang diraih oleh para santri. Momok bahwa Pondok pesantren adalah tempat yang kumuh dan terkesan kuno bagi sebagian kalangan masyarakat menurut kami tidaklah benar.
![]() |
Dok foto: Kegiatan belajar mengajar santriwati pondok pesantren Internasional modern Al Illiyin |
Pondok pesantren Internasional modern Al Illiyin membuktikan bahwa tidak semua pondok pesantren itu kuno dan kumuh. Pondok pesantren Internasional modern Al Illiyin ini menurut kami sangat berbeda, disini para santri sangat menjaga kebersihan dan memperoleh fasilitas yang sangat layak sekali serta mendapatkan pendidikan dari para pendidik maupun pengasuh yang profesional.
Selain diajarkan tentang ilmu agama, santri disini juga diajarkan tentang kegiatan ekstrakurikuler seperti halnya, drum band, seni tari, seni bela diri, eskul bahas Inggris, komputer dan lain-lain.
Para santri senior pun juga diajarkan berorganisasi yang bernama OSMA ( Organisasi Asrama ) yang mengajarkan setiap anggota OSMA untuk membentuk karakter seorang pemimpin dan mampu bertanggung jawab terhadap para dan lingkungan sekitar.
Obrolan awak media MSRI bersama Gus Irul ini semakin akrab, lantaran beberapa pertanyaan dari salah satu awak media dikupas tuntas dan ditambahi beberapa guyonan dari beliau.
![]() |
Dok foto: Para santri bersama Abuya Ahmad Yani Illiyin dan Gus Irul |
Menurut Gus Irul, Awak media itu juga merupakan salah satu pembawa pesan atau berita, maka beliau berpesan sampaikanlah pesan yang benar dan baik. Sama halnya seperti Rasulullah yang memberi pesan atau berita yang baik dan benar.
Tak terasa saking asiknya ngobrol bersama beliau waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB dan terdengar suara santri masjid membangun kan makan sahur.
Rasulullah Muhammad SAW memiliki sifat-sifat mulia yang dapat diteladani, di antaranya:
Shiddiq: Jujur dan tidak pernah berbohong.
Amanah: Dapat dipercaya dan melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya.
Tabligh: Menyampaikan ajaran Islam tanpa memaksa kepada umat muslim.
Fathonah: Cerdas dan memiliki intelektual yang tinggi
Tawadhu: Rendah hati dan tidak pernah menyombongkan diri.
Toleran: Bersikap toleran terhadap perbedaan.
Dermawan: Memiliki sifat dermawan.
Lemah lembut: Tidak pernah berlaku kasar, tidak pernah berteriak, dan memiliki hati yang lembut.
Sifat-sifat tersebut tidak hanya menjadi ciri khas Rasulullah, tetapi juga pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Kejujuran Rasulullah sangat menonjol, sehingga beliau dikenal dengan julukan "Al-Amin," yang berarti "yang terpercaya". Kejujuran Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berbicara dan bertindak sesuai kebenaran.
Sifat-sifat yang mustahil bagi rasul adalah: Kidzib (berdusta), Khianah (berkhianat), Kitman (menyembunyikan atau tidak menyampaikan wahyu), Baladah (bodoh).
{Yudha/Hendra}
dibaca
إرسال تعليق