![]() |
Dok foto: Almarhum Sigit Antariksa alias Mbah Mus semasa hidup |
MSRI, WRINGINANOM - Innalillahi Wa inna ilaihi raji'un.
Segenap Keluarga besar Pondok Pesantren Internasional modern Al Illiyin beserta Media Suara Rakyat Indonesia mengucapkan, Turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Sigit Antariksa alias Mbah Mus.
Almarhum berpulang tanggal 07 Maret 2025, pada usia 56 tahun, beliau wafat karena pecah pembuluh darah akibat memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan disemayamkan dirumah duka Desa Bajulan, Nganjuk, Jawa timur.
![]() |
Dok foto: Dari kiri Wa pemred MSRI Sasmiko, Pengasuh PP internasional modern Al Illiyin Abuya Ahmad Yani Illiyin dan Pemred MSRI Slamet Pramono, saat memberikan ucapan bela sungkawa |
Berpulangnya Mbah Mus menyisakan kehilangan yang amat dalam bagi keluarga serta kerabat dekat nya.
Mbah Mus dikenal sebagai Sesepuh santri dan juga abdi dalem yang sangat ramah dan ringan tangan.
Mbah Mus sosok yang loyalis.
Pengasuh yayasan Pondok pesantren Internasional modern Al Illiyin Abuya Ahmad Yani Illiyin menceritakan bahwa sosok Mbah Mus adalah seorang yang sangat loyal dan tidak pernah mengeluh semasa hidup. Abuya menuturkan bahwa Mbah Mus sudah menjadi santri dan mengabdi kepada beliau mulai dari tahun 2003 hingga almarhum tutup usia.
" Mbah Mus itu sosok yang luar biasa mas, beliau sangat loyal kepada saya dan pondok pesantren, jam berapa pun saya butuh hubungi beliau selalu siap setiap waktu. Kepergiannya meninggalkan kami semua seakan menyisakan duka yang sangat mendalam bagi saya dan keluarga besar Pondok pesantren. "tutur Abuya. Sabtu (08/03/2025).
Sementara itu Pemimpin redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono alias Bram juga mengungkapkan hal yang sama. Pasalnya selama ini kami sudah menjadi bagian dari keluarga Pondok pesantren internasional modern Al Illiyin, dan sosok Mbah Mus sangat dekat sekali dengan kami. "Almarhum ini sangat dekat sekali dengan kami dan rekan rekan MSRI dan selalu memberikan candaan hangat kepada kami., " tutur Bram.
Keluarga besar Pondok pesantren internasional modern Al Illiyin, Pengasuh pondok pesantren Abuya Ahmad Yani Illiyin, ketua yayasan pondok pesantren Gus Sirul beserta rombongan ber takziah ke kediaman almarhum yang berada di Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk, Jawa timur. Minggu (09/03/2025). Sekira pukul 14.30 WIB.
![]() |
Dok foto: Keluarga besar PP internasional modern Al Illiyin saat takziah ke kediaman almarhum di desa Bajulan, nganjuk. Minggu (09/03/2025) sekitar pukul 14.30 wib |
Dedikasi dan pengabdian Mbah Mus akan selalu dikenang oleh kami Keluarga besar Pondok pesantren internasional modern Al Illiyin dan Media Suara Rakyat Indonesia. Selamat jalan Mbah Mus, semoga amal ibadah mu diterima Allah SWT dan senantiasa selalu ditempatkan di sisinya.
Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr
Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, surat Ali Imran ayat 185.
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.
Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.
Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Selamat Jalan Mbah Mus, segala kebaikan mu akan selalu terkenang di hati kami.
{ yudha }
dibaca
Posting Komentar