![]() |
Dok foto: Pendiri serta Mursyid tunggal PP internasional Al Illiyin Abuya Ahmad Yani Illiyin saat membagikan santunan kepada anak yatim piatu, sabtu (22/03/2025). |
MSRI, GRESIK - Pondok Pesantren (PONPES) Internasional AL ILLIYIN, Desa Sumberwaru, Wringinanom, Gresik Jawa Timur, mengadakan acara santunan anak yatim dan dhuafa.
Acara ini bertemakan "BUKA PUASA RAMADHAN SERTA BERBAGI KEPADA ANAK YATIM PIATU DAN DUAFA" hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial ponpes untuk membantu dan mendukung anak-anak yatim dan dhuafa. Sabtu (22/3/2025).
Abuya Ahmad Yani Iliyin Guru Mursyid serta Pengasuh Ponpes Internasional AL ILLIYIN menuturkan, membagikan bingkisan kepada ribuan anak yatim dan dhuafa tersebut setidaknya bermanfaat bagi mereka.
![]() |
Dok foto: Para kaum dhuafa juga turut mendapatkan santunan dari Abuya Ahmad Yani |
Pembagian bingkisan ini dilakukan oleh Beliau sendiri selaku Pengasuh Ponpes Internasional AL ILLIYIN dan dihadiri oleh ribuan orang, termasuk anak-anak yatim dan dhuafa, serta warga sekitar," jelasnya Abuya kepada wartawan media ini (MSRI).
Dalam sambutannya, Abuya menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud dari kepedulian dan rasa empati Ponpes terhadap anak-anak yatim dan dhuafa.
![]() |
Dok foto: Abuya Ahmad Yani Illiyin saat memberikan sambutan kepada jama'ah di PP internasional Al Illiyin. |
Beliau juga berharap bahwa acara ini dapat membawa manfaat bagi anak-anak yatim dan dhuafa, serta dapat meningkatkan kepedulian dan rasa empati masyarakat terhadap mereka," harapannya Abuya.
Kegiatan ini berlangsung setiap tahun di bulan Ramadhan bahkan hampir dilaksakan selain di bulan Ramadhan.
“Kedudukan anak yatim dalam Islam begitu mulia. Melaksanakan santunan anak yatim dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan manfaat," jelasnya Abuya.
Sebagaimana Allah SWT telah menjanjikan surga bagi orang yang memberikan santunan anak yatim dengan ikhlas sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 215, yang artinya:
![]() |
Dok foto:Abuya Ahmad Yani beserta jama'ah saat bukber. |
"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."
Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) Slamet Pramono beserta jajarannya turut hadir dalam acara tersebut.
![]() |
Dok foto: Antusias masyarakat serta Jama'ah yang hadir melaksanakan bukber nampak memenuhi halaman aula PP internasional Al Illiyin. |
Dalam hal ini Pemred MSRI berkata, setidaknya menyisihkan sebagian rezeki kita Kepada saudara kita Yatim dan dhuafa menjadi ladang pahala bagi kita semua.
Sebagaimana Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang menjalankan santunan anak yatim dengan ikhlas. Santunan yang Anda berikan nantinya bisa menjadi ladang pahala yang terus mengalir selama anak yatim tersebut masih hidup serta mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di surga," jelasnya Pemred MSRI sapaan akrab Bram.
Bram menambahkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim dijamin masuk surga dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadits yang berbunyi:
![]() |
Dok foto: Setelah melaksanakan sholat tarawih berjamaah, acara dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Ampel,nampak sejumlah bus memenuhi halaman parkir PP internasional Al Illiyin. |
"Siapa yang memelihara anak yatim di antara kaum Muslimin hingga ia dewasa, maka ia akan bersamaku di surga seperti ini," sambil memberikan isyarat jari telunjuk dan jari tengahnya yang dirapatkan (HR. Bukhari).
Doa dan harapan bahwa anak-anak yatim dan dhuafa dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang shaleh dan berguna bagi masyarakat.
Setelah melaksanakan shalat tarawih berjamaah, kegiatan lalu dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Ampel bersama dengan para jama'ah serta masyarakat yang turut hadir.
{Red}.
dibaca
Posting Komentar