Media Suara Rakyat Indonesia.id

Dialog Kebangsaan Sahur Bersama Dr. (HC) Shinta Juriyah Abdurrahman Wahid, M. Hum

 

Dialog Kebangsaan Sahur Bersama Dr.(HC) Shinta Juriyah Abdurrahman Wahid, M. Hum

MSRI, WRINGINANOM - Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian.

Nilai yang ingin dihadirkan Ramadhan memiliki keselarasan dengan apa yang telah diwariskan Gus Dur dalam 9 Nilai Utama, diantaranya ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kekesatriaan, dan kearifan lokal.

Bulan Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh berkah bagi umat Islam. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dari fajar hingga maghrib. Salah satu tradisi yang sering dilakukan selama bulan Ramadan adalah mengadakan kegiatan Sahur Keliling.

Sahur adalah makan sebelum fajar saat menjalankan ibadah puasa, khususnya dalam Islam. Ini dilakukan sebelum waktu subuh untuk memberikan energi sepanjang hari puasa hingga berbuka.

Sahur dianjurkan dalam Islam karena memiliki banyak manfaat, baik secara fisik maupun spiritual.

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tidak melewatkan sahur, bahkan jika hanya dengan seteguk air, karena di dalamnya terdapat keberkahan.

Sejak 25 Tahun yang lalu, tepatnya di Tahun 2000 Bu Nyai Shinta Nuriyah Wahid melakukan aktifitas Sahur Keliling untuk merawat kerukunan dan keberagaman antar bangsa, melalui pengenalan Sahur Keliling sebagai sarana menempa ketakwaan, sekaligus mempertajam pengertian tentang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sahur keliling adalah sebuah pendekatan yang unik. Tidak hanya digelar di masjid-masjid, tetapi juga di halaman klenteng, halaman gereja, kolong jembatan, di tengah pasar, dan tempat-tempat lainnya. Sasaran kegiatan rutin ini adalah kaum dhuafa, kaum marjinal, tukang becak, pengamen, pemulung, dan lain sebagainya.

Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua dekade lebih sejak tahun 2000 berimplikasi besar pada lestarinya kerukunan antar bangsa. Karena selama pelaksanaan sahur keliling Ibu Sinta mengundang semua kalangan tidak memandang agama, etnis, maupun golongan.

Kegiatan yang bisa merangkul dari berbagai latar belakang ini menjadi signifikan, sebab nilai-nilai toleransi dan kerukunan harus terus dijaga di tengah banyaknya arus yang menggerus tradisi yang sarat dengan nilai demokrasi dan toleransi.

Melalui momentum puasa beliau mengajak untuk menumbuhkan kembali semangat dan kesadaran akan pentingnya hidup bersama secara damai, menghargai, serta menerima setiap perbedaan yang ada.

Karena esensi dari puasa adalah pengendalian diri yang bermuara kepada ketakwaan dan manifestasi dari ketakwaan adalah pengendalian diri melalui perilaku yang menghargai humanisme dan akhlaqul karimah. Tahun 2025 ini, Komunitas Sahur Keliling Bersama Bu Nyai Shinta Nuriyah Wahid akan diselenggarakan di Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Gresik.

Kabupaten Gresik dengan homogenitas masyarakat yang tampak, oleh sebab itu memupuk kerukunan dan perdamaian ini menjadi tugas bersama. Tidak hanya pada saat momentum hari besar keagamaan, namun disetiap aktifitas masyarakat nilai-nilai toleransi harus terus dipupuk.

2015 lalu, Komunitas GUSDURian Gresik sukses menggelar agenda Sahur Bareng Bu Shinta Nuriyah Wahid yang bertempat di Pemda Lantai 4 dengan menghadirkan berbagai komunitas lintas iman, diantaranya teman-teman kristiani, katolik, konghucu, budha, hindu dan penghayat kepercayaan yang tergabung dalam komunitas FORMAGAM, sekaligus Deklarasi yang ditandatangani langsung oleh Ibu Shinta.

Tahun 2025 ini, Komunitas GUSDURian Gresik dibawah Jaringan GUSDURian yang dikomandani oleh Mbak Alissa Wahid kembali menjadi tuan rumah Sahur Keliling Bersama Bu Shinta Nuriyah Wahid. Kegiatan yang dilakukan selama 25 tahun tersebut telah dilaksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Nantinya, dalam satu bulan penuh Bu Nyai Shinta Nuriyah akan berkeliling untuk melakukan sahur ataupun buka keliling. Beliau (Bu Shinta) menyapa kelompok marginal dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia.

Dalam rangka memupuk nilai-nilai toleransi tersebut, dimomentum bulan suci Ramadhan, Komunitas Gusdurian Gresik bermaksud menyelenggarakan Sahur Keliling Bersama Bu Nyai Shinta Nuriyah Wahid yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Internasional Al Illiyin, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom. Dengan mengundang dari berbagai latar belakang kelompok, agama, suku, dan kelompok marjinal lainnya.
{Yudha/red}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Media Suara Rakyat Indonesia.id