![]() |
Dok, foto; 500 ASN Ikuti Seleksi Jabatan Strategis Pemkot Surabaya, 30 Penantang Baru Siap Geser Petahana. Keterangan pers, Sabtu (9/3/2025). |
MSRI, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menggelar lelang jabatan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan total 500 peserta yang bersaing memperebutkan posisi strategis. Dari jumlah tersebut, 70 pejabat petahana berusaha mempertahankan kursi mereka, sementara 30 penantang baru siap menggantikan mereka.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa lelang jabatan itu bertujuan untuk memastikan hanya pejabat yang inovatif dan berorientasi pada pelayanan publik yang dipilih. Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang bisa dipertahankan tanpa kinerja yang jelas.
"Jika seorang pejabat tidak inovatif, tidak berani keluar dari zona nyaman, bagaimana masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah? Saya tidak ingin ada pejabat yang hanya teori, tapi harus praktik," tegas Eri saat dikonfirmasi pada Sabtu (8/3/2025).
Apa Itu Lelang Jabatan?
Lelang jabatan adalah mekanisme seleksi terbuka bagi ASN untuk mengisi posisi tertentu di pemerintahan. Konsep tersebut diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan memberikan kesempatan bagi pegawai yang kompeten untuk naik jabatan tanpa campur tangan politik atau senioritas semata.
Di Surabaya, lelang jabatan ini melibatkan ASN dari berbagai tingkatan, mulai dari lurah, kepala bidang (kabid), camat, kepala perangkat daerah, hingga direktur RSUD. Proses ini memungkinkan pejabat yang kurang kompeten tergeser oleh kandidat yang lebih inovatif.
"Kalau nilai standar terlewati, silakan jadi pejabat. Tapi kalau tidak mampu, mohon maaf, harus tergeser dengan lainnya," ujar Eri.
Mekanisme Lelang Jabatan: Adu Gagasan Hingga Debat Terbuka
Lelang jabatan dimulai sejak Kamis (6/3/2025) lalu dan berlangsung selama satu minggu. Proses seleksi dibagi menjadi beberapa tahap, di antaranya:
Pemaparan visi dan misi secara terbuka
• Setiap peserta harus menjelaskan rencana dan solusi mereka untuk permasalahan di Surabaya.
Disiarkan langsung di YouTube "Bangga Surabaya"
• Masyarakat dapat menilai langsung kemampuan para calon pejabat.
Debat terbuka antara petahana dan penantang
• Kandidat yang ingin merebut jabatan tertentu harus berhadapan langsung dengan pejabat yang sedang menjabat dalam sesi adu argumentasi.
Penilaian dari berbagai elemen masyarakat
• Proses seleksi melibatkan akademisi, pengusaha, media, serta perwakilan warga.
Eri menekankan bahwa sistem ini dibuat untuk mencegah pejabat yang tidak kompeten tetap berada di posisinya. Para petahana bahkan tidak diberi tahu siapa saja yang menantang mereka hingga debat berlangsung.
"Ini 70 orang yang dia mempertahankan jabatannya. Belum lagi nanti yang orang nyundul. Tidak saya kasih tahu dulu. Nanti semisal ada yang ingin jadi Sekda, saya adu dua kandidat ini di waktu yang sama, di jam yang sama. Mereka beradu argumentasi, nanti semuanya akan menilai," jelasnya.
Transparansi Menjadi Kunci
Salah satu aspek penting dalam lelang jabatan ini adalah keterbukaan dalam proses seleksi. Pemkot Surabaya memastikan bahwa seluruh tahapan dapat diakses oleh publik.
Melalui siaran langsung di YouTube dan melibatkan berbagai pihak dalam penilaian, sistem tersebut diharapkan dapat menghilangkan praktik nepotisme dan memastikan pejabat yang terpilih adalah yang paling kompeten.
"Hadirnya pemerintah adalah untuk kesejahteraan rakyat. Kalau pejabat tidak inovatif, bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaatnya? Kami ingin yang terbaik untuk Surabaya," tutup Eri.
Lelang jabatan ASN di Surabaya menjadi model seleksi yang transparan dan kompetitif. Dengan 500 peserta dan mekanisme seleksi terbuka, proses ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin daerah yang benar-benar berkompeten.
{ Redaksi }
dibaca
إرسال تعليق