Media Suara Rakyat Indonesia.id

Seribu Tahun Eksistensi Masyarakat Tionghoa di Zona Delta Brantas

 

Seribu Tahun Eksistensi Masyarakat Tionghoa di Zona Delta Brantas


MSRI, SIDOARJO - Sejarah Tionghoa di Sidoarjo memiliki catatan yang menarik, pada masa kolonial Belanda, kehidupan sosial budaya etnis Tionghoa di Sidoarjo mengalami perkembangan yang sangat signifikan. 

Dalam Launching Program Literasi Publik, "Chinese Wetlander", kita bisa membuka sejarah Tionghoa dimana kita bisa membuka kembali sejarah sejarah pada masanya. 

Dengan adanya Launching ini, sejarah singkat eksistensi artefak-artefak beberapa Dinasti Kekaisaran Tiongkok dari Arab ke XI - XVI di Zona Delta Brantas sebagai penanda penting kehadiran Masyarakat Tionghoa di wilayah Sidoarjo kuno dan sekitarnya.

Suatu kehormatan yang tiada tara, dihadiri oleh  Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, cabang Sidoarjo, Para Budayawan Sidoarjo, Seniman, mahasiswa, dan masyarakat sekitar, tepatnya di Pendopo rumah budaya, Malik Ibrahim, Jl. Malik Ibrahim, No. 39,Pucanganom, Sidoarjo, Sabtu (08/02/2025).

Seribu Tahun Eksistensi Masyarakat Tionghoa di Zona Delta Brantas
Dok foto: Penemuan benda bersejarah di kali porong


Program Literasi "Chinese Wetlander", akan dibuka secara resmi oleh Bpk. Hengky Riyanto, mewakili PSMTI ( Paguyuban Sosial Tionghoa Indonesia), cabang Sidoarjo, dan periode ini akan dibuka pada tanggal 8 Februari - 30 Juni 2025.

Huang Tjen Fung, Hengki Rianto mengatakan dalam kegiatan ini sangat memberikan apresiasi yang sangat luar biasa,  Bapak Seta bersama dengan kru yang bisa mengangkat sejarah- sejarah Chinese terutama di daerah Delta yaitu Sidoarjo, yang berawal kita belum tahu bagaimana orang-orang Tionghoa di daerah Sidoarjo," terangnya, Sabtu (08/02/2025). 

Ia menambahkan bahwa Klenteng yang berada di Krian Sidoarjo mulai berdirinya pada tahun 1800 SM, dan itu bisa dibuktikan dengan adanya stempel dari Tiongkok," paparnya. 

Satriagama Rakantaseta, nara sumber sekaligus Fonder dan Pengelolah, mengatakan bahwa melalui sejarah kami selalu membuat inti sari, karena sejarah yang terkait orang-orang Tionghoa itu sudah lama, seperti adanya kuliner makanan, seperti bakpao, bakpia, bakso, bihun dan sebagainya itulah makanan makanan Tionghoa (peninggalan-peninggalan dari orang Tionghoa), dan masih banyak lagi yang berkembang hingga sekarang," ungkapnya. 

"Melalui forum ini, kita bisa memberikan wawasan bersama- sama mari kita ber intropeksi diri sendiri bahwa yang harus kita lakukan adalah perbuatan perbuatan yang baik, kepada siapapun termasuk ke etnis Tionghoa," tegasnya. 

Seribu Tahun Eksistensi Masyarakat Tionghoa di Zona Delta Brantas


Indonesia adalah Negara yang berbhineka Tunggal Ika, Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya, bahasa, adat istiadat, agama dan dengan beragamnya adat istiadat dan budaya, kita tetap menjadi bangsa yang saling menghormati satu sama lain, karena kita diciptakan sama oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Tetap berbudaya bangsaku Indonesia, jadilah generasi bangsa yang selalu ingat akan budaya dan leluhur kita masing-masing, salam Budaya. {Ldy}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Media Suara Rakyat Indonesia.id