Media Suara Rakyat Indonesia.id

Ponpes Internasional AL ILLIYIN Menilik Mitos Alas Purwo Banyuwangi


Ponpes Internasional AL ILLIYIN Menilik Mitos Alas Purwo Banyuwangi
Dok, foto; Ponpes Internasional AL ILLIYIN Menilik Mitos Alas Purwo Banyuwangi dan foto bersama dengan Jamiyah Sholawat Ibrohimiyah. 


MSRI, BANYUWANGI -
Mendengar kata Alas Purwo apakah yang terlintas dalam pikiran anda? Mungkin yang terlintas adalah “horror dan magis”. Bahwa Alas Purwo Banyuwangi adalah salah satu kawasan konservasi/kawasan pelestarian alam yang berada di ujung timur Pulau Jawa.

Alas Purwo merupakan kawasan hutan yang memiliki luas 43.420 hektar dan memiliki berbagai macam tipe ekosistem mulai dari pantai (hutan pantai) sampai hutan hujan daratan rendah, hutan mangrove, hutan bambu, savana dan hutan tanaman.

Keanekaragaman jenis flora darat di kawasan Alas Purwo termasuk tinggi. Diketahui dari berbagai sumber lebih dari 700 jenis tumbuhan mulai dari Tingkat tumbuhan bawah sampai tumbuhan tingkat pohon dari berbagai tipe vegetasi. Lebih dari 200 jenis diantaranya berpotensi sebagai tumbuhan obat, terbagi dalam 123 famili, dimana family Verbenaceae dan Poaceae merupakan famili yang memiliki jumlah jenis terbanyak di dalam kawasan.

Itulah segelumit cerita mengenai Alas Purwo yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Tepat pada hari Selasa 25 Februari 2025 Jamiyah Ponpes Internasional AL ILLIYIN dipimpin oleh pengasuh Ponpes Abuya Ahmad Yani Iliyin menuturkan, sebagaimana mestinya Hutan ini diyakini masyarakat setempat sebagai hutan tertua di Jawa, dan sering disebut sebagai gerbang menuju dunia gaib. Banyak cerita mistis yang menjadikannya salah satu tempat paling disegani di Nusantara. Beragam cerita mistis hingga kepercayaan leluhur ini membuat Alas Purwo menjadi daya tarik wisatawan sekaligus lokasi yang sarat mitos," tutur Pengasuh Ponpes Internasional AL ILLIYIN kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).

Beliau menambahkan, bahwasannya maksud dan tujuan untuk ritual ke Alas Purwo adalah sebagai bentuk kecintaan napak tilas sejarah yang kemungkinan sebagian kita melupakan. Setidaknya kita harus tahu 'JOWONE'," urainya Abuya.

"Kami (Jamiyah Sholawat Ibrohimiyah) hadir ditengah masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Semoga menilik mitos Alas Purwo adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap sesama.

Sehingga masyarakat pada umumnya tahu tujuan dari ritual adalah sebagai rasa cinta dan kepedulian kita terhadap alam semesta, sebagaimana kita ketahui bersama itulah wujud ciptaan YANG MAHA KUASA," jelasnya Abuya.

{ Cak Lum }

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Media Suara Rakyat Indonesia.id