![]() |
Dok foto: Kegiatan rutinanKhotmil Qur'an warga Dusun Banjarsari |
MSRI, MOJOKERTO - Rutinan Khotmil Qur'an warga Dusun Banjarsari tiap bulan dilaksanakan diMakam Mbah Sentono yang terletak di Makam Umum Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu, menyimpan cerita dan sejarah yang cukup dalam bagi warga sekitar. Mbah Sentono sendiri merupakan tokoh yang dihormati karena jasa-jasanya atau peranannya dalam sejarah desa tersebut.
Dalam hal ini, warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu menggelar Acara Khotmil Qur'an dan doa bersama yang diadakan oleh Paguyuban Rutinan Khotmil Qur'an, dengan di meriahkan Grup Sholawat Al-Haddad Djawa Dwipa.
Kegiatan berlangsung di Makam Umum Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, yang memiliki tujuan yang sangat baik yakni untuk mendoakan para arwah yang telah meninggal serta mempererat tali silaturahmi antar warga.
Ustad Mukid selaku Ketua Kegiatan mengungkapkan, Pertemuan ini bukan pertemuan yang pertama kalinya. Pertemuan ini adalah pertemuan yang ke 10.
"Alhamdulillah pada siang ini, Allah sengaja mempertemukan kita semua disini. Terima kasih atas dukungan seluruh warga Dusun Banjarsari, rekan media serta penanggung jawab kegiatan Mas Hadi Purwanto,” jelas Ustad Mukid, Minggu (2/2/25).
K.H. Hasan Matori selaku Penasihat Kegiatan menambahkan, kalau mati dalam keadaan baik, maka mati syahid namanya. Pakde Paino 3 hari yang lalu mati saat membuka dam air kemudian terpeleset. Itu adalah salah satu contoh mati syahid.
Dijelaskannya, mati syahid itu enak, dosanya diampuni dari awal hingga akhir. Yang tidak bisa diampuni Allah adalah hutang. Maka selesaikanlah masalah hutang sesegera mungkin.
“Perlu diketahui, buah kesabaran itu lebih manis daripada madu. Sabar itu menghindar jika ada kekerasan, penghinaan maupun hal negatif lainnya,” ujarnya.
Selain itu, K.H. Hasan Matori berpesan jika punya anak nakal, jangan sampai memukul anak. Saat anak tidur bacakan sholawat dan bacakan surat Al-Insyirah lalu tiupkan ke tangan anak.
“Dengan begitu, insha Allah anak tersebut segera menjadi anak yang baik. Dalam kesempatan ini mari kita berdoa semoga Mas Hadi Purwanto dihindarkan dari segala musibah dan Pakde Paino diberikan ampunan Allah dan diberikan hadiah surga, Aamiin,” harap K.H. Hasan Matori.
Hadi Purwanto, S.T., S.H. di akhir acara menyampaikan terima kasih atas kehadiran, dukungan dan doanya selama ini.
“Semoga kita semua selalu Istiqomah mengadakan Khotmil Qur’an di Makam Umum Dusun Banjarsari. Semoga kegiatan ini bisa mempererat kerukunan serta tali silaturahmi,” pungkasnya. {Nit}
dibaca
إرسال تعليق