![]() |
Dok, foto; Dugaan Pemotongan Dana Kapitasi di Sumenep: Modus dan Bukti Terbaru. |
MSRI, SUMENEP - Informasi terbaru terkait dugaan pemotongan dana kapitasi di Sumenep semakin berkembang. Selain dugaan pemotongan oleh pihak tertentu, kini muncul indikasi pemotongan kedua yang dilakukan oleh pihak puskesmas sendiri. Salah satu modusnya adalah penguasaan buku rekening oleh bendahara puskesmas yang mengoordinir pencairan dana melalui bank swasta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pemotongan ini telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ada yang menyebut praktik ini terjadi sejak 2015, sementara sumber lain menyatakan sejak 2018. Artinya, dugaan ini telah terjadi sejak kepemimpinan Agus Mulyono sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, yang kini telah pensiun.
Agus Mulyono sendiri sudah beberapa kali dikonfirmasi terkait dugaan ini, namun hingga kini belum memberikan tanggapan. Sementara itu, dugaan pemotongan ini disebut masih berlangsung hingga kepemimpinan Kadinkes P2KB Sumenep saat ini, Drg. Ellya Fardasah, M.Kes.
Dalam praktiknya, pemotongan disebut tidak dilakukan langsung. Dana kapitasi ditransfer secara utuh ke rekening tenaga medis dalam tiga bulan terakhir, lalu ada transfer lanjutan ke rekening lain yang diduga dikendalikan oleh koordinator di masing-masing puskesmas.
Di Puskesmas Batu Putih, misalnya, dugaan pemotongan mencapai 25 persen sebagaimana disampaikan oleh dr. D. Sementara itu, di Puskesmas Dasuk, pemotongan disebut mencapai 20 persen menurut keterangan dr. N. “25 persen, kenapa?” ujar dr. D ketika dikonfirmasi.
Hal serupa diungkapkan oleh dr. V, yang menyebutkan bahwa pemotongan di puskesmas lain sebelumnya mencapai 23 persen. “Kemarin kalau nggak salah 23 persen, tapi yang sekarang nggak tahu,” ungkapnya.
Kasus ini kini tengah didalami lebih lanjut untuk menelusuri aliran dana tersebut. Dugaan ini semakin kuat dengan adanya bukti rekening yang menunjukkan bahwa setelah dana kapitasi masuk ke rekening penerima, sebagian dana ditransfer lagi ke rekening lain.
Ketika dimintai tanggapan, Kadinkes P2KB Sumenep, Drg. Ellya Fardasah, menyatakan bahwa ia telah menjelaskan perihal dugaan pemotongan dana kapitasi dalam wawancara sebelumnya. Namun, saat dikonfirmasi ulang mengenai dugaan gratifikasi terkait aliran dana ini, ia menjawab, “Gratifikasi apa ya, Mas?”
Meski dugaan ini dibantah oleh pihak Dinkes, bukti-bukti yang terus bermunculan membuat kasus ini semakin menarik perhatian. Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana kapitasi ini.”
{ Tim/Red }
dibaca
إرسال تعليق