![]() |
Dok, foto; Bus Listrik Trans Semanggi Suroboyo yang Stop Operasi di Tiga Koridor Digantikan Bus Konvensional Mulai Sabtu Besok |
MSRI, SURABAYA - Layanan bus listrik Trans Semanggi Suroboyo (TSS) di Surabaya yang berhenti beroperasi awal Januari lalu untuk koridor Purabaya-Kenjeran Park-Via Kampus ITS akhirnya akan diganti oleh bus konvensional.
Pihak DAMRI selaku operator akan mengoperasikan bus konvensional sebagai pengganti bus listrik tersebut mulai Sabtu (18/1) besok.
“Ya rencana mulai Sabtu besok (18/1) kami akan menjalankan bus konvensional pengganti yang TSS,” ujar Kepala Divisi Pengembangan Usaha Perum DAMRI, Agung Ramdhani, Rabu (15/1).
Total bus TSS yang berhenti ada 15 unit hal itu dikarenakan belum adanya perpanjangan kontrak dengan PT INKA, penyedia dan pembuat unit bus listrik.
Bus listrik TSS merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang beroperasi dengan sistem Buy The Service (BTS).
Padahal bus tersebut sangat dimintai warga surabaya untuk rute tersebut. Bahkan dia menyebut hasil evaluasi okupansi penumpang bus tersebut meningkat.
“Hasil evaluasi kami, okupansi tingkat keterisian bangku bus baik. Banyak penumpang yang terdampak atas tidak adanya layanan bus listrik. Mulai Sabtu besok kita layani lagi,” terangnya.
Agung juga menyebut, bus konvensional yang akan menggantikan bus listrik TSS diperkirakan akan memiliki ukuran medium, sama seperti bus listrik sebelumnya.
Tarifnya juga diperkirakan akan tetap sama, yaitu Rp 6.200 untuk umum dan Rp 2 ribu untuk pelajar maupun mahasiswa. Meskipun bus listrik TSS dihentikan, koridor atau trayeknya akan tetap ada.
Hal ini karena rute tersebut memiliki banyak penumpang, terutama para mahasiswa. Agung memastikan koridor atau trayek di bus listrik itu akan tetap ada.
“Bus listrik rute itu sudah banyak pelanggan juga. Utamanya para mahasiswa,” ujarnya.
Penghentian operasional bus listrik TSS ini menjadi sorotan karena dianggap sebagai kemunduran dalam upaya mengurangi polusi di Kota Surabaya.
Bus listrik TSS yang bebas polusi dan anti-bising selama ini menjadi andalan warga Surabaya Timur.
Agung menyebut bahwa operasional bus TSS di Surabaya tergantung kontrak anggaran. Layanan bus listrik di Surabaya menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian Perhubungan.
{ Redaksi }
dibaca
إرسال تعليق