MSRI, SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas untuk Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA) sebagai upaya memperkuat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui mitigasi yang terstruktur.
Kegiatan yang berlangsung hari ini bertempat di Balai RW 04 Kecamatan Dukuh Pakis Kelurahan Pradah Kalikendal. Acara Pelatihan BPDB ini dihadiri Lurah Pradah, bhabinkamtibmad, Lpmk, Kader surabaya Hebat, RW, RT dan Tokoh masyarakat.
Kelurahan Tangguh Bencana merupakan kelurahan yang mampu secara mandiri mengenali dan menghadapi ancaman di wilayahnya serta mengorganisir sumber daya untuk mendukung antisipasi bencana di lingkungan masyarakat hingga tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Surabaya. Ludy, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata pengembangan Kelurahan Tangguh Bencana secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat di daerah rawan bencana, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kebencanaan, terutama kelompok rentan, serta mendorong kerjasama berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya. Selasa (21/1/2025).
Selain pelatihan, kegiatan ini juga meliputi pengukuran Indeks Risiko Bencana guna menilai tingkat ketangguhan kelurahan dalam menghadapi bencana.
Indeks ini merupakan ukuran kerentanan wilayah yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, lingkungan, dan kapasitas masyarakat. Hasil indeks tersebut menjadi dasar pengembangan program Kelurahan Tangguh Bencana.
Tiga kategori ketangguhan berdasarkan skor Indeks Risiko Bencana adalah:
1. Pratama (< 58,33)
2. Madya (58,33 – 83,33)
3. Utama (> 83,33)
Ludy menambahkan bahwa dalam penilaian ini, setiap kelurahan perlu memiliki kajian risiko yang mencakup identifikasi ancaman dan rencana penanggulangan, termasuk peta jalur evakuasi.
“Diharapkan seluruh kelurahan di Kota Surabaya dapat mencapai status Kelurahan Tangguh Bencana Utama, yang berarti siap siaga dalam semua tahap bencana, baik pra, saat, maupun pasca bencana,” ungkapnya.
{Div investigasi Hendra P. }
dibaca
Posting Komentar