MSRI, SURABAYA - Beliau mendengar jeritan arwah dari mayat mayat yg bertumpuk dan tidak segera di aben di Setra Kaliasem.
Beliau beryoga semedi dan memohon petunjuk dari Bethari Durga tentang bagaimana menyucikan arwah tersebut?
Dewi Durga memberikan petunjuk agar Mpu Barang memakan mayat tersebut dan memberikannya Ajian bernama Bherawa Pakhsa.
Hal tersebut tidak disukai oleh Maharaja Taki, sehingga diperintahkan para prajurit dan panglimanya untuk membunuh Mpu Barang.
Mpu Barang yg dirasa berkali kali sudah dibunuh, namun berkali kali beliau hidup kembali.
Sehingga ia healing di India, dan melihat seribu Brahmana India yg sedang memuja Arca Haricandana.
Beliau disuruh untuk ikut serta namun beliau menolak dan mengatakan "SAYA BRAHMANA JAWA, TIDAK PERLU PATUNG INI UNTUK SEMBAHYANG"
sontak hal tersebut membuat para Brahmana India tersinggung dan murka.
Seketika Mpu Barang mengeluarkan Ajian yg membuat Gempa, entah kebetulan gempa atau bagaimana. Gempa terjadi dan merobohkan Patung Haricandana tersebut.
Hal tersebut diceritakan dalam Lontar Tangtu Panggelaran. Yg dimana Lontar tersebut berisi dengan Narasi yg DeIndianisasi.
Seperti contoh, disebut juga pemindahan Gunung Suci Mahameru oleh para Dewa dari India Ke Jawa. Dan puncak tersucinya adalah Gunung Pawitra / Gunung Penanggungan. Sehingga tidak perlu lagi bagi orang Jawa untuk beryadnya ke India dan Mengagungkan India.
Sejarah Tanah Jawa
{Raden Hendra}
dibaca
إرسال تعليق