![]() |
Dok, foto; Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Surabaya: Merayakan Keberagaman dan Inklusivitas. |
Surabaya, MSRI - Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024 di Surabaya berlangsung meriah selama dua hari, pada Selasa dan Rabu, 3-4 Desember 2024.
Acara ini bertujuan untuk merayakan keberagaman dan inklusivitas, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan para siswa dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Surabaya. Tempat acara di Royal Plaza lantai 2, Jalan A Yani, Wonokromo, Surabaya, menjadi pusat berkumpulnya peserta, orang tua, serta tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah dan masyarakat.
Agenda Hari Pertama: Pembukaan dan Pameran
Hari pertama dimulai dengan pemukulan gong sebagai tanda pembukaan resmi kegiatan, diikuti dengan kunjungan ke stand pameran. Para tamu undangan mendengarkan sambutan dari berbagai pihak, dimulai dari panitia penyelenggara, Ibu Ita Soesiana M.Pd., Ketua MKKS PK Surabaya, yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan ini.
Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Lurah Wonokromo, Ibu Prima Sri Poerwiendari, SE, yang memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri para murid. Kepala Bidang PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bapak Teguh, menekankan pentingnya peran guru dalam keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Ibu Margaretha Sari Prananingrum, SH. M,Si., Kepala Bidang PPHA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengajak semua pihak untuk semakin peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas dan memperkuat upaya perlindungannya.
Setelah sambutan, para hadirin diberi kesempatan untuk mengunjungi stand pameran dan menikmati berbagai tampilan seni budaya dari para siswa SLB, termasuk tarian dan atraksi seni lainnya yang memukau.
Hari Kedua: Spektakel Seni Budaya dan Penutupan
Pada hari kedua, acara dimulai pada pukul 10.30 WIB dan berlangsung lebih meriah dengan penampilan seni yang spektakuler. Para peserta dari berbagai sekolah menampilkan berbagai atraksi seni tari dan musik yang mengundang kekaguman.
Puncak acara di hari kedua adalah sambutan dari Bapak Wahyudi Setiyono, S.Pd., M.Pd., pejabat pengawas pendidikan khusus Kota Surabaya. Beliau menyampaikan pentingnya keberlanjutan acara ini di masa depan dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Royal Plaza dan Kelurahan Wonokromo yang telah menyediakan tempat dan fasilitas.
Pada bagian akhir acara, Ibu Anita, sebagai perwakilan orang tua murid, menyampaikan pesan emosional mengenai perjalanan membesarkan anak disabilitas dengan tekad dan kesabaran. Beliau membagikan pengalaman bagaimana mengasah potensi anak-anaknya di bidang seni untuk mencapai kemandirian.
Sebagai bentuk apresiasi, Ibu Ita memberikan penghargaan kepada Ibu Anita atas dedikasinya. Setelah itu, kegiatan resmi ditutup pada pukul 15.00 WIB.
Kesimpulan
Acara ini tidak hanya menjadi wadah bagi para siswa SLB untuk menunjukkan bakat mereka, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya inklusivitas, pemahaman, dan perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Semua pihak berkomitmen untuk melanjutkan peringatan ini dan memperkuat langkah-langkah menuju masyarakat yang lebih adil dan peduli.
{ Achmad }
dibaca
Posting Komentar