Media Suara Rakyat Indonesia.id

Peran Bidan Delima Jadi Andalan IBI Jatim

Peran Bidan Delima Jadi Andalan IBI Jatim
Dok, foto; Peran Bidan Delima Jadi Andalan IBI Jatim. Sabtu (30/11/2024).

Surabaya, MSRI - Dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Timur masih menjadi tantangan besar.

Peran bidan sebagai garda terdepan dalam mengawal kesehatan ibu dan anak menjadi sangat strategis.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, dalam acara Pelantikan Pengurus Daerah dan Rapat Koordinasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur, Sabtu (30/11/2024).

Erwin memberikan apresiasi atas dedikasi para bidan yang telah berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Jawa Timur.

Dia juga mengajak seluruh bidan untuk berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna mencapai target penurunan AKI dan AKB.

“Sejalan dengan visi Indonesia Sehat 2025, bidan memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan, terutama dalam memberikan edukasi dan pelayanan yang optimal,” kata Erwin.

Acara ini dihadiri oleh Ketua IBI Jawa Timur, Siti Maimunah, yang melantik pengurus baru untuk periode 2023-2028. Pelantikan meliputi pengurus daerah, Unit Pelaksana Bidan Delima (UPBD), dan Lembaga Diklat Profesi (LDP) IBI Jawa Timur.

Sekretaris IBI Jatim, Rani Juliastuti, memaparkan rencana kerja yang akan difokuskan pada penguatan sistem administrasi dan komunikasi berbasis digital.

Menurutnya, digitalisasi sangat penting untuk memudahkan koordinasi antaranggota dan meningkatkan akses informasi terkait kegiatan dan pelatihan.

Sementara Wakil Ketua I, Kasiati, menjelaskan program peningkatan kompetensi bidan, termasuk pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi.

“Kami akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan instansi kesehatan untuk memastikan para bidan memiliki keterampilan terkini yang relevan,” ujarnya.

Di sisi lain, Bendahara IBI Jawa Timur, Warsiti, memaparkan pengelolaan keuangan organisasi yang transparan dan akuntabel.

Ia juga menyebutkan strategi peningkatan pendapatan melalui iuran anggota, kemitraan dengan sponsor, dan kegiatan produktif.

Program Bidan Delima menjadi salah satu fokus utama IBI Jawa Timur. Program ini bertujuan meningkatkan standar mutu pelayanan bidan praktik mandiri.

Lis Suwarni, Province Manager Bidan Delima, berharap program ini dapat menjadi role model pelayanan berkualitas yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Lembaga Diklat Profesi (LDP) juga menjadi pilar penting dalam meningkatkan kompetensi bidan. Suliana, Koordinator LDP IBI Jawa Timur, menekankan perlunya penyesuaian kurikulum pelatihan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi kesehatan.

“Kami ingin memastikan setiap bidan memiliki akses ke pelatihan berkualitas, sehingga mampu menghadapi tantangan di lapangan, termasuk menurunkan AKI dan AKB,” jelas Suliana.

Melalui Rapat Koordinasi ini, IBI Jawa Timur berkomitmen untuk mengimplementasikan program kerja secara maksimal.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak serta profesionalisme bidan di seluruh wilayah Jawa Timur.

{ Achmad }

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

أحدث أقدم
Media Suara Rakyat Indonesia.id