![]() |
Dok, foto; Dinas Pendidikan Kota Kediri Gelar Bimtek Kepala Sekolah. |
KEDIRI - JAWA TIMUR
Media Suara Rakyat Indonesia
Menekankan pentingnya pengelolaan aset sekolah berbasis data, Dinas Pendidikan Kota Kediri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema “Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Aset Berbasis Data”,.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah SD Negeri dan Swasta se Kota Kediri dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada kepala sekolah mengenai rapor data pendidikan sebagai data aset di sekolah.
Moh Anang Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, dalam sambutannya menjelaskan aset sekolah yang dimaksud tidak hanya sebatas gedung dan peralatan saja, tetapi juga mencakup sumber daya manusia, kurikulum dan berbagai potensi lain yang dimiliki setiap sekolah.
Sebagai informasi, rapor pendidikan merupakan platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan laporan mutu yang sudah ada.
“Bagi sekolah, data rapor pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga, karena di dalamnya memuat informasi yang sangat komprehensif tentang potensi dan tantangan yang dihadapi setiap sekolah,” tuturnya.
Anang juga menyebutkan beberapa aspek yang terdapat dalam rapor pendidikan tersebut, antara lain: sikap guru, pandangan siswa terhadap sekolah, literasi dan numerasi siswa, serta pandangan guru terhadap beberapa kasus yang terjadi di sekolah. Agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Dinas Pendidikan Kota Kediri juga menghadirkan narasumber yang ahli di bidang pendidikan yaitu Erwin Hari Kurniawan, Dosen FKUP Universitas Islam Kadiri. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara ini, narasumber membahas beberapa materi mengenai rapor pendidikan, antara lain: membaca data rapor pendidikan masing-masing sekolah; memahami hubungan dimensi input, proses, output dalam rapor pendidikan; memahami Identifikasi, Refleksi dan Koreksi (IRB) laporan pendidikan; dan menentukan skala prioritas laporan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut Anang juga menyampaikan sekolah diharapkan menciptakan inovasi pembelajaran dalam rangka branding untuk meningkatkan nilai sekolah di mata masyarakat.
“Di Kota Kediri masih perlu adanya pemerataan jumlah siswa, sehingga dengan adanya inovasi ini kita berharap pada akhirnya masyarakat sekitar dapat mengetahui kualitas sekolah tersebut meskipun letaknya tidak berada di pusat kota,” katanya.
Dengan diadakannya kegiatan ini, ia berharap kepala sekolah memahami data yang ada di sekolahnya masing-masing melalui laporan pendidikan. Selain itu, kepala sekolah juga dapat memanfaatkan aset yang ada di sekolah untuk melakukan inovasi pembelajaran di satuan pendidikan.
“Manfaatkan aset yang ada, kalau dilihat dari sisi positifnya bisa meningkatkan nilai sekolah,” ucapnya.
Tidak hanya menerima materi pembelajaran, di akhir sesi para peserta juga diminta oleh narasumber untuk membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan inovasi-inovasi yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.
{ Redaksi }
dibaca
Posting Komentar