![]() |
Dok, foto; DSDABM Surabaya temukan sisa pembungkus kabel utilitas, tas, pakaian, hingga identitas pribadi dan kunci motor, diduga dibuang pelaku pencurian. (Humas Pemkot Surabaya). |
SURABAYA - JAWA TIMUR
Media Suara Rakyat Indonesia
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap temuan mengejutkan dalam upaya mengatasi banjir yang melanda kawasan Jalan Kedungdoro hingga Jalan Embong Malang baru-baru ini.
Tim Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya menemukan sisa pembungkus kabel utilitas, tas, pakaian, hingga identitas pribadi seperti KTP, STNK, dan kunci motor, yang diduga dibuang pelaku pencurian.
Barang bukti ini ditemukan di Saluran Sistem Catchment Rumah Pompa Jalan Kenari. Barang-barang tersebut langsung diserahkan ke Polsek Tegalsari untuk penyelidikan lebih lanjut.
”Kami menemukan sisa kulit kabel yang besar dan kaku, yang sepertinya telah diambil tembaganya. Tumpukan kabel curian ini menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir,” ujar Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya Windo Gusman Prasetyo.
Menurut Windo, kasus pencurian kabel seperti itu bukan pertama kali terjadi. Kawasan lain di Surabaya, seperti Jalan Mayjen Sungkono, juga mengalami hal serupa, mengakibatkan kerusakan saluran dan gangguan sistem drainase.
”Pencurian kabel ini sangat merugikan. Selain merusak saluran milik Pemkot, dampaknya juga dirasakan warga, yaitu banjir,” imbuh Windo Gusman.
Kawasan Jalan Kedungdoro dan Embong Malang sebelumnya tidak pernah banjir meskipun hujan deras, terutama sejak 2022 ketika sistem drainase ditingkatkan.
”Setelah ditelusuri, di dalam saluran ada tumpukan sisa kulit kabel curian. Saluran air menjadi tersumbat. Kami angkat sisa potongan kulit kabel itu, dan kami laporkan ke Polsek Tegalsari,” tandas Windo Gusman Prasetyo.
Pemkot Surabaya berharap dengan laporan resmi ke Polsek Tegalsari, pelaku pencurian segera tertangkap, sehingga insiden serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
{ Redaksi }
dibaca
Posting Komentar