Media Suara Rakyat Indonesia.id

Gegara Berebut Lahan di Gresik Berbuntut Carok, DPRD Desak Dishub Lakukan Pendataan dan Pembinaan

Gegara Berebut Lahan di Gresik Berbuntut Carok, DPRD Desak Dishub Lakukan Pendataan dan Pembinaan
Dok, foto; Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

GRESIK, MSR Indonesia - Kasus carok antar Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) atau polisi cepek di putar balik Jalan Raya Gresik - Lamongan mendapat atensi dari kalangan DPRD Gresik. Komisi III DPRD Gresik berencana memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan koordinasi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan kasus seperti ini bisa jadi bom waktu. Karena di Gresik masih banyak pertigaan maupun putar balik yang dijaga polisi cepek.

"Kami minta Dishub segera melakukan pendataan. Sehingga tidak sampai terjadi keributan antar polisi cepek karena rebutan lahan," ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan polisi cepek cukup penting untuk membantu mengatur lalu lintas.

"Namun, selama ini keberadaan mereka tidak terdata dan asal saja menjaga di lokasi tersebut," kata dia.

Ke depan, pihaknya meminta agar ada pembinaan dan data pasti siapa saja yang menjaga di pertigaan maupun putar balik.

"Sehingga tidak sampai menimbulkan keributan seperti yang terjadi di Bunder," tegasnya.

Sebelumnya, dua orang polisi cepek terlibat carok di Jalan Raya Bunder-Lamongan. Keduanya yakni, Imron Rosyadi dan Rahman. Mereka berebut lokasi putar balik di depan SPBU Bunder.

Akibat kejadian tersebut, Rahman mengalami luka dibagian tangan dan menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. Sedangkan Imron langsung diamankan polisi. { Eka }

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Media Suara Rakyat Indonesia.id