![]() |
Dok, foto; BAPPEDA Memperluas Wilayah di 5 Kecamatan Tulungagung |
TULUNGAGUNG, MSR Indonesia ~ Masyarakat Tulungagung masih harus sabar menanti realisasi pembukaan geopark. Pasalnya, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan pemkab masih perlu melakukan berbagai tahapan persiapan. Termasuk proses studi untuk kemajuan geopark di wilayah tulungagung, Selasa 13 Agustus 2024.
Anggota Dewan Pakar KNGI, Rudy Suhendar membenarkan bahwa Pj bupati Tulungagung memberikan permohonan atas pembukaan geopark di wilayah Tulungagung melalui pemprov. Namun masih ada beberapa tahapan pengajuan yang dilalui.
“Kami masih akan membuat rekomendasi yang nanti diajukan kepada Kementerian ESDM,” ujarnya.
Total ada sebanyak 20 geopark di wilayah indonesia, 10 di antaranya sudah masuk dalam kategori skala internasional dalam penilaian UNESCO. Namun sebelum itu KNGI perlu melakukan berbagai kajian serta studi lanjutan atas kondisi eksisting di lapangan.
Dalam konsep geopark ada tiga hal yang dijadikan tolok ukur. Yang pertama keanekaragaman biota kedua geologi dan yang ketiga hayati. Tiga hal ini dikonservasi untuk jadi bahan edukasi. Salah satu tujuannya, untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Rudy menjelaskan, proses pengajuan ke pemerintah pusat direncanakan untuk dilaksanakan paling cepat pada September mendatang.
“Kami harapkan pada Agustus-September ini ada informasi. Jadi, kita tinggal menunggu tanda tangan menteri. Berarti kurang lebih prosesnya memakan waktu kurang lebih satu tahun. Serta kami harapkan pada semua elemen masyarakat juga ikut memonitoring proses persiapan pembuatan geoprak di wilayah Tulungagung” tegasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menerangkan, pertemuan antara pemkab dan KNGI di pendapa Kamis (7/8/2024) berlangsung cair. Banyak poin dibahas oleh forum.
“Banyak membahas persiapan apa yang akan dilakukan dan apa yang dipersiapkan. Dari sisi dokumen, KNGI menilai sudah lengkap. Nanti akan dicek di lapangan apakah sesuai,” akunya.
Lima kecamatan masuk dalam rencana pembukaan geopark. Yaitu. Kecamatan Bandung, Besuki, Campurdarat, Kalidawir, dan Kecamatan Pucanglaban. KNGI akan melakukan monitoring di lima wilayah yang dimaksud.
“Iya. Karena itu, setelah bertemu di pendapa, akan langsung disambung dengan pembahasan lebih lanjut di Bappeda,” ucap Heru.
Dai sektor infrastruktur, lanjut Heru, pemkab memang belum mulai menggelar persiapan karena masih menanti penetapan dari pemerintah pusat. Tapi, dia memastikan bahwa sektor ekonomi di kawasan calon geopark sudah cukup mendukung.
“Yang sudah menonjol adalah ekonomi karena industri marmer sudah berjalan cukup lama. Nanti tingka kita pastikan terkait konservasi dan edukasinya,” imbuhnya lagi.
Dia menilai wacana ini bakal diberi lampu hijau oleh pemerintah pusat. Sebab, Tulungagung didukung oleh berbagai sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
“Dari diskusi tadi saya optimis. InsyaAllah bisa dan kita bahkan sangat siap. Kita juga akan lakukan langkah strategis begitu disetujui,” terangnya.
(Tim)
dibaca
Posting Komentar